

Umumnya, paket usaha minuman menawarkan konsep yang itu-itu saja seputar gaya hidup remaja. Jarang ada paket usaha minuman dengan konsep unik. Bagaimana jika ada konsep paket usaha minuman ala Korea?
Baca Juga: Waralaba Minuman Kekinian Makin Laku, Ini Alasannya
Jawabannya ada! Kopi Chuseyo menawarkan konsep kedai kopi sebagai tempat berkumpulnya komunitas K-Pop (K-Pop Hub). “Chuseyo” sendiri adalah kata “tolong” dalam bahasa Korea. Kekentalan budaya korea benar-benar dapat dirasakan karena pendiri Kopi Chuseyo sendiri adalah penggemar K-Pop. Visi dari Daniel Hermansyah, sang pendiri, adalah membawa culture K-Pop lebih besar dari sebelumnya.
Kopi Chuseyo adalah bisnis paket usaha minuman yang menawarkan menu dan suasana ala Korea. Banyak komunitas pecinta K-Pop yang berkumpul di kedai kopi ini. Oleh sebab itu, Daniel menamakan Kopi Chuseyo sebagai “the only K-Pop hub in the nation”.
Menarik sekali ya adanya paket usaha minuman ala Korea! Penasaran bagaimana awal mula berdirinya Kopi Chuseyo? Yuk simak artikel ini hingga selesai.
Wadah komunitas K-Pop bukan lah sebuah ide baru di dunia. Sudah ada beberapa negara yang memiliki tempat dengan konsep K-Hub, seperti Singapura. Daniel Hermansyah melihat kondisi ini sebagai potensi untuk membuka K-Hub di Indonesia.
Oleh sebab itu, pada Februari 2019, Daniel memantapkan untuk membuka Kopi Chuseyo sebagai K-Hub di Indonesia. Tempat ini nantinya akan memenuhi kebutuhan komunitas pencinta K-Pop untuk merayakan anniversary boyband dan girlband idola mereka. Hingga sekarang, Kopi Chuseyo sudah memiliki lebih dari 30 cabang dan lebih dari 100 outlet yang tersebar di berbagai pelosok Indonesia.
Kunci dari keberhasilan paket usaha minuman Kopi Chuseyo adalah marketing dan inovasinya. Pertama, marketing yang dapat tercermin pada kemasan produk Kopi Chuseyo.
Terdapat berkali-kali percobaan trial and error untuk menemukan kemasan yang terbaik untuk Kopi Chuseyo.
Percobaan pertama Kopi Chuseyo menghasilkan kemasan dengan botol kecil. Sayangnya, hal ini cukup merepotkan karena memaksa penggunaan es kecil agar muat ke dalam botol kecil. Selain itu, kemasan botol kecil mempengaruhi cita rasa sehingga tidak optimal.
Setelah beberapa kali percobaan, Daniel menemukan kemasan produk yang cocok yaitu dengan bentuk gelas cup. Dengan penggunaan kemasan yang cocok, Daniel menceritakan bahwa omzetnya meningkat pesat.
Upaya pemasaran berikutnya adalah dengan merebut hati konsumen zaman sekarang. Bagaimana sih cara yang tepat? Daniel menggarisbawahi pentingnya penggunaan influencer atau Key Opinion Leader (KOL) media sosial. Dengan begitu, semakin banyak orang yang mengetahui dan memperbincangkan brand Kopi Chuseyo. Pemasaran dengan media sosial ini tentu sangat berguna di zaman sekarang. Awareness atau kesadaran brand akan cepat terbangun yang bisa dikonversikan menjadi sales atau penjualan.
Selain marketing, inovasi juga diperlukan. Menciptakan menu baru adalah hal yang cukup menantang karena akan ada banyak trial and error. Meski demikian, inovasi menu adalah wajib hukumnya dalam bisnis food and beverage (FNB) agar pelanggan tetap tertarik dan tidak mudah bosan.
Kopi Chuseyo menggunakan trik seasonal dalam mengeluarkan menu baru alias dijual secara terbatas. Daniel mengeluarkan menu baru dengan melihat tren yang ada, misalnya Dalgona Coffee yang sempat booming di media sosial.
Baca Juga: Modal Buka Coffee Shop Ternyata Butuh Ini! Simak Yuk
Jika Anda sedang mencari bisnis franchise minuman kekinian ala korea Kopi Chuseyo dimana Anda akan mendapat bimbingan bisnis dari 0, silahkan hubungi sekarang atau kunjungi blog kami untuk mendapatkan wawasan seputar franchise kopi Korea dan lainnya!