

Selain karena menggunakan tema budaya Korea Pop (Kpop), bisnis PT Kopi Oppa Korea ini juga menyediakan platform bagi komunitas penggemar Kpop Indonesia. Kustomer dapat menggunakan kedai kopi mereka untuk saling bertemu, menyelenggarakan acara, menyantap menu-menu khas Korea, dan lain sebagainya.
Baca Juga: Cara Memulai Bisnis Kopi dan Promosinya
PT Kopi Oppa Korea meluncurkan franchise Kopi Chuseyo pertama di Gading Serpong, Tangerang pada tahun 2019 lalu. Dengan menyilangkan konsep cafe dengan K-Pop hub, Kopi Chuseyo berhasil bertahan menghadapi pandemi Covid-19. Kini Kopi Chuseyo telah mencapai nyaris 90 franchise yang tersebar di seluruh Indonesia.
Melalui kacamata public relation, PT Kopi Oppa Korea mencapai kesuksesan melalui Kopi Chuseyo sebagai café yang mengenalkan konsep KPOP. Public Relation PT Kopi Oppa Korea menggunakan langkah-langkah community involvement, membuat event, dan juga menggunakan media sosial. Segala upaya ini membentuk citra pemilik bisnis yang sangat mendukung kegemaran budaya Korea sesuai dengan target pasar mereka. Yakni komunitas penggemar budaya dan idola Korea Indonesia.
Citra dari franchise Kopi Chuseyo sendiri dapat dijelaskan melalui berbagai jenis citra yang ada, seperti mirror image, current image, wish image, corporate image, dan multiple image. Komponen citra PT. Kopi Oppa Korea terdiri dari stimulus berupa Strategi Public Relations dan direspons oleh pelanggan setelah melalui tahap kognisi, persepsi, sikap dan motivasi.
Citra perusahaan PT. Kopi Oppa Korea kemudian terus dibentuk dengan berbagai jenis strategi Public Relations yang dilakukan agar Kopi Chuseyo bisa mendapatkan citra baik di mata masyarakat. Setiap upaya tersebut berhasil membuat Kopi Chuseyo dikenal sebagai sebuah café yang sangat ke-Korea-an dan juga modern.
Daniel Hermansyah selaku Co-Founder Kopi Chuseyo mengungkapkan bahwa komunitas penggemar Kpop di Indonesia merupakan salah satu segmen yang sangat berpotensial.
“Fanbase K-POP dan komunitas pecinta budaya Korea Selatan merupakan pasar yang menjanjikan karena jumlahnya terus berkembang pesat. Uniknya, komunitas ini bisa ditemukan di hampir seluruh kota di Indonesia,” kata Daniel.
Daniel menambahkan bahwa bila ada kegiatan dari para komunitas pecinta budaya Korea, jumlah ini bisa meningkat berkali-kali lipat. Sebelum pandemi COVID 19, sedikitnya ada 1 x acara pertemuan setiap minggunya yang digelar oleh berbagai komunitas KPOP di semua cabang Kopi Chuseyo.
“Sejak pertama kali ditawarkan kepada para Investor, Konsep Kemitraan Kopi “Chuseyo” banyak diminati, hal ini terbukti dengan adanya ratusan formulir kemitraan diajukan oleh para investor yang tertarik untuk bermitra guna membuka cabang Kopi “Chuseyo” di kotanya,” jelas Daniel.
Meskipun demikian, proses dan pertimbangan maka tidak semua calon mitra dapat membuka Cabang Kopi Chuseyo di lokasi yang telah mereka miliki. “Karena selain pertimbangan lokasi, kami juga ingin menjaga eksklusifitas produk dan mencegah kanibalisme antar cabang,” tambah Co-Founder Kopi Chuseyo tersebut.
Daniel juga mengaku tidak mau terburu-buru membuka cabang baru bila ternyata lokasinya terlalu berdekatan dengan cabang yang sudah ada. Hal ini dilakukan supaya profit mitra franchise Kopi Chyseyo bisa maksimal.
Dalam bisnis, franchise Kopi Chuseyo juga memiliki pengaturan manajemen secara berkelanjutan. Proses ini dimulai dari merekrut dan melatih tenaga kerja hingga menempatkannya pada posisi yang sesuai dengan keahlian masing-masing. PT Kopi Oppa Korea menyediakan all in one package. Paket ini telah termasuk recruitment, training (site visit), dan supervisi untuk tiap tenaga kerja sehingga sangat cocok bagi franchisee pemula.
Baca Juga: Mengapa Franchise Cafe Kopi Menguntungkan?
Jika Anda sedang mencari bisnis franchise kopi ala korea PT Kopi Oppa Korea (Kopi Chuseyo) dimana Anda akan mendapat bimbingan bisnis dari 0, silahkan hubungi sekarang atau kunjungi blog kami untuk mendapatkan wawasan seputar franchise kopi Korea dan lainnya!