

Cafe ini mengaku sebagai satu-satunya Kpop Hub di Indonesia. Desain cafe Kopi Chuseyo terkenal menggunakan tema budaya Korea. Dari puluhan photocard idola hingga kartu UNO versi BTS dapat ditemukan di sebagian besar cabang cafe ini.
Baca Juga: Belajar Manajemen Bisnis dari PT Kopi Oppa Korea
Kedai Kopi Chuseyo juga menyajikan kopi susu dengan racikan Korean Blend. Kopi Chuseyo juga selalu menyajikan minuman dari biji kopi yang segar tanpa proses penampungan terlebih dahulu. Dengan demikian orang tidak akan sakit maag kalau mengkonsumsi produk Kopi Chuseyo.
Untuk memperkuat brand positioning sebagai cafe Korea, Kopi Chuseyo terus berinovasi dengan menu makan dan minumannya. Dari Calgona Coffee hingga Korean Beef Bowl, Kopi Chuseyo berupaya membawakan rasa autentik Korea ke Indonesia melalui menu-menu mereka.
Kopi Chuseyo juga kerap menggandeng komunitas penggemar Kpop Indonesia di sekitar mereka. Kedai kopi ini menggabungkan kafe, studio, dan platform yang cocok untuk berbagai acara, sehingga tidak jarang jika komunitas Kpop lokal dapat menyewa lokasi kedai untuk kegiatan mereka dengan gratis.
Mengikuti zaman digitalisasi, Kopi Chuseyo aktif menggunakan media sosial untuk berkolaborasi dengan komunitas KPop juga. Dengan begitu, mereka turut membantu menyebar awareness terhadap produk Kopi Chuseyo.
Dengan 80 lebih cabang di seluruh Indonesia, Kopi Chuseyo membutuhkan sistem rekam data yang baik. Perekaman data yang baik akan membantu Kopi Chuseyo untuk mengelola keuangan dengan tepat, dan mengembangkan strategi bisnis yang dapat terus beradaptasi dengan perubahan pasar.
Untuk masaah ini, Kopi Chuseyo juga memanfaatkan sistem point of sales (POS) sebagai sistem pembayaran. Sistem ini merupakan aplikasi keuangan untuk staf kasir yang bisa menyajikan data secara realtime. Dengan aplikasi ini, Kopi Chuseyo memantau bagaimana progres penjualan dari setiap cabang yang ada di seluruh Indonesia.
Sesuai dengan tema Korea, desain cafe Kopi Chuseyo di setiap cabangnya didominasi dengan warna putih, beige, dan merah muda dengan gaya minimalis. Di setiap sisi dinding dapat Anda temukan sejumlah dekorasi dari photocard idola Korea, dan beberapa cabang bahkan juga memiliki lampu neon kustom yang dibentuk sedemikian rupa hingga menyerupai wajah idola juga.
Beberapa dekorasi akan sengaja disusun hingga menjadi latar foto yang unik bagi pengunjung. Dengan demikian, mereka dapat melakukan selfie juga di cafe ini.
Banyak desain cafe Kopi Chuseyo di 88 cabang mereka menggunakan perabotan yang kokoh dan mengumandangkan lagu Kpop kekiniian, sehingga pengunjung juga dapat memesan kopi dan cemilan sambil mengerjakan tugas ataupun pekerjaan mereka dengan nyaman.
Kopi Chuseyo berencana untuk menambah cabang hingga 200, atau setara dengan jumlah kota di Indonesia. Daniel Hermansyah, Co-Founder Kopi Chuseyo, mengaku bahwa dirinya berambisi untuk menguasai pasar Asia Tenggara dengan berekspansi ke beberapa negara tetangga. Pasalnya, basis penggemar Kpop sangat banyak di Asia Tenggara, namun tak ada wadah untuk tempat berkumpul. Maka itu, Kopi Chuseyo ingin mengambil peluang pasar itu sesegera mungkin.
Upaya Go-International ini telah dimulai dengan mengenalkan Kopi Chuseyo dan menambah cabang di area nasional melalui model bisnis franchise. Selain itu, Kopi Chuseyo juga kerap memperbaiki sistem internal agar lebih efisien. Dari memperbaiki sistem pergudangan dan mencari penyedia bahan baku (supplier) dengan harga lebih rendah sehingga bisa memperoleh margin laba yang lebih besar.
Upaya lain dilakukan dengan mendekatkan diri bersama komunitas Kpop di seluruh Indonesia dan ikut mengembangkan komunitas tersebut, sehingga bisa menjadi value pasar Kopi Chuseyo.
Baca Juga: 3 Tips Menerapkan Desain Cafe Korea
a sedang mencari bisnis franchise minuman kekinian ala korea Kopi Chuseyo dimana Anda akan mendapat bimbingan bisnis dari 0, silahkan hubungi sekarang atau kunjungi blog kami untuk mendapatkan wawasan seputar franchise kopi Korea dan lainnya!