

Kini Kpop belum menunjukkan tanda-tanda untuk menghilang dari hati para penggemarnya.Tercatat sejak 2020 lalu, laporan resmi #KpopTwitter menyebut Indonesia jadi negara nomor satu yang paling banyak mencuit tentang Kpop. Dari 20 negara yang ada di daftar Twitter, Indonesia menempati posisi pertama sebagai negara dengan jumlah twit tentang Kpop terbanyak sepanjang tahun 2020.
Baca Juga: Selain Beef Bulgogi Korea Selatan, Ini 2 Kuliner Lain yang Menarik
Agnes Setyowati, dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya Universitas Pakuan menjelaskan bahwa globalisasi dan kemajuan teknologi informasi memberikan kemudahan bagi popularitas Kpop untuk tumbuh di kalangan remaja Indonesia.
“Hal yang sama juga membuat kebudayaan pop dari negara lain seperti Perancis, Jepang, Arab, Inggris diminati oleh masyarakat kita,” ujarnya. Kpop memang sedang mewabah, dan Indonesia, salah satu negara dengan penduduk terbesar di dunia, hingga saat ini masih mengikuti arusnya. Hal ini tentu saja embawa Kpop semakin besar, melebihi awal kemunculannya.
Maraknya kegemaran pasar Indonesia terhadap kebudayaan korea ini membuat banyak usaha-usaha lokal dengan tema negara Asia tersebut, salah satunya ialah Kopi Chuseyo (Kopchus). Kopi Chuseyo merupakan salah satu franchise kopi yang mengusung tema Korean Pop dengan dekorasi unik serta varian menu kekinian.
Kopi Chuseyo didirikan sejak 18 Febuari 2019 lalu oleh Daniel Hermansyah, dan cabang pertama dibuka di Jakarta. Kini sudah terdapat 88 cabang di seluruh Indonesia, dari Jakarta, Medan, NTT, Bali, hingga Pontianak.
Produk Kopchusmemiliki harga yang tidak jauh berbeda dengan kopi dari kafe lainnya. Di mana untuk minumannya dapat diraih dari Rp19 ribu hingga Rp30 ribu, dan Rp25 ribu hingga Rp40 ribu untuk menu makanan.
Kopchus menggunakan biji kopi Korean Bland yang mengandung kadar asam yang rendah. Sehingga kustomer dengan gangguan asam lambung tidak perlu khawatir karena minuman ini sangat aman untuk lambung.
Selain minuman, Kopi Chuseyo juga punya beragam menu makanan, seperti tteokbokki (kue beras dengan bumbu gochujang pedas manis). Serta mi ramyeon yang menggunakan bahan baku impor dari Korea untuk meningkatkan kualitas rasa hingga mirip seperti produk asli Korea.
Salah satu ciri khas kedai Kopi Chuseyo adalah interior kedai yang bergaya modern minimalis. Kedai ini penuh dengan dekorasi foto idola KPop, cut-out stand, serta latar belakang yang cocok untuk berfoto sendiri ataupun bersama. Tiap cabang Kopi Chuseyo juga seringkali memutarkan lagu KPop dari BTS, Twice, NCT, serta band lainnya untuk pengunjung.
Kopi Chuseyo sendiri juga merupakan KPop hub Indonesia di mana para fans dari tiap band Korea. Ataupun penggemar budaya Korea lainnya, dapat berkunjung dan menikmati menu bersama orang-orang yang memiliki kegemaran yang serupa.
Daniel juga menambahkan bahwa Kopi Chuseyo tidak hanya sekedar kafe atau hub, “ Kita bilang ini harus kafe, harus jadi tempat untuk kumpul, dan paket kemitraan kita sudah langsung disediakan mikrofon, speaker, dan proyektor juga. Bener-bener kita pikirin supaya anak-anak K-Pop ini bisa ngumpul nyanyi rame-rame,” kata Co-Founder Kopi Chuseyo tersebut.
Kopi Chuseyo juga cukup sering mengadakan event yang bertemakan K-Pop di setiap outlet-nya untuk menjaga relasi dengan para komunitas. Kopi Chuseyo juga membuat kebijakan yang menggratiskan sewa tempat bagi komunitas K-Pop yang ingin membuat event. Kopchus juga membebaskan para komunitas untuk mendekor tempat sesuai dengan tema event yang akan diselenggarakan.
Daniel Hermansyah mengatakan bahwa komunitas pecinta KPOP dan budaya Korea merupakan market yang sangat menjanjikan karena jumlahnya berkembang sangat pesat dan dapat ditemukan di seluruh kota di Indonesia.
“Komunitas ini gemar mencoba hal-hal baru bernuansa Korea, loyal dan memiliki daya beli yang tinggi. Perilaku ini yang mendorong kami untuk membuka kedai Kopi Chuseyo sebagai tempat nongkrong sesama KPoper dan menyalurkan hobi bersama,” kata Daniel dalam keterangan resminya, Jumat (14/8).
Berdasarkan laporan Daniel, rata-rata penjualan per hari Kopchus mencapai 100 cup. Jumlah ini bisa naik berkali-kali lipat bila ada kegiatan dari komunitas pecinta budaya Korea. Daniel menambahkan, selama pandemi ini, seluruh cabang Kopchus juga tetap buka sehingga penjualanya tetap berjalan dan bertahan hingga saat ini.
Strategi utama untuk mempertahankan bisnis agar tetap berkelanjutan ialah mengimplementasikan konsep pemasaran K-Pop Community yang unik dengan berbagai gimmick tertentu. Dia pun menobatkan kedainya sebagai The Only K-Pop Hub in the Nation dengan menjual kopi lengkap dengan suasana berkumpul dengan komunitas K-Pop di kedainya.
Selain dari menggandeng komunitas-komunitas lokal, Kopchus juga menjaga kredibilitas franchise mereka dengan menjaga kualitas produk. Daniel mengaku terus menjaga kualitas biji kopi sekaligus proses pengolahannya, serta terus berinovasi dengan berbagai jenis menu.
Tentu perjalanan bisnis Kopi Chuseyo tentu tak selalu mulus. Seperti kebanyakan bisnis, Kopi Chuseyo juga memiliki banyaknya kompetitor lain. Untuk menghadapi masalah ini, Kopi Chuseyo menggunakan model franchise untuk mengembangkan usaha karena lebih mudah dan cepat untuk berekspansi dibanding mengelola bisnis sendiri.
“Karena ada orang di daerah tertentu lebih mengenal daerahnya untuk berbisnis dan wawasan itu tidak bisa kita beli. Local knowledge memudahkan kami memilih tempat yang potensial menyasar targeted market. Intinya lebih berkembang dengan lebih banyak mitra,” papar Daniel.
Dalam mengembangkan usaha, Kopchus tak terlepas dari penggunaan teknologi canggih. Teknologi yang digunakan untuk kebutuhan pemasaran (marketing), sistem pembayaran (payment system), dan finansial.
Kopi Chuseyo menggunakan media sosial yang sangat aktif untuk berkolaborasi dengan basis penggemar KPop (hallyu) sebagai strategi pemasaran. Dengan begitu, mereka turut membantu menyebar awareness terhadap produk Kopchus.
Untuk sistem pembayaran, Kopchus memanfaatkan sistem point of sales (POS) berupa aplikasi untuk kasir yang bisa menyajikan data secara realtime. Jadi, Kopchus tahu bagaimana progres penjualan dari setiap cabang yang ada di seluruh Indonesia.
Baca Juga: Dalgona Adalah Kopi Viral, Simak Sejarahnya di Sini
Jika Anda sedang mencari bisnis franchise kopi ala korea PT Kopi Oppa Korea (Kopi Chuseyo) dimana Anda akan mendapat bimbingan bisnis dari 0, silahkan hubungi sekarang atau kunjungi blog kami untuk mendapatkan wawasan seputar franchise kopi Korea dan lainnya!